She Doesn’t Like the Others (Part 1)

Title: She Doesn’t Like the Others

Author: newshawol a.k.a Irene

Main Cast: Lee Taemin, Kim Euna (OC)

Support Cast: SHINee, Jung Seorin (OC’s friend)

Length: Sequel

Genre: Romance

Rating: PG-13


(Taemin’s POV)

Aku bangun agak terlambat hari ini. Seperti biasa, aku menguap dan merenggangkan tubuh sesaat kemudian bangkit untuk membuka jendela. Udara segar segera memenuhi kamarku. Aku bisa mendengar kicauan burung di luar sana. Pasti menyenangkan bisa beraktivitas di pagi hari.

Aku segera menuju dapur dan mengambil minum. Rasanya aneh kalau tidak minum sehabis bangun pagi. Jam di dinding menunjukan pukul 5.02 a.m. Belum terlambat untuk lari pagi.

Maka dengan cepat aku membasuh muka, sikat gigi, dan berganti pakaian. Tidak perlu mandi ketika akan lari pagi, bukan? Nantinya toh akan keringatan lagi. Sebaiknya mandinya nanti saja setelah lari pagi.

Setelah merapikan diri dan berganti pakaian, aku segera keluar untuk lari pagi. Terlihat beberapa orang juga melakukan lari pagi(kebanyakan adalah wanta dan pria setengah baya). Untunglah, karena kebanyakan remaja belakangan ini tidak menyenangi lari pagi, aku bebas dari buruan para fans yang kadang bertingkah menyeramkan. Terbayang kembali kejadian beberapa bulan lalu, ketika konser di luar negri, sesama Negara Asia juga…

Saat itu seusai konser, ribuan penggemar menghampiri kami ketika keluar gedung konser. Aku ingat betul bahwa penjagaan kurang ketat. Jadilah… rambut kami ditarik-tarik, tubuh kami didorong, bahkan ada yang melempari kami. Anehnya mereka menjerit bahwa mereka mencintai kami. Jonghyun hyung bahkan samapi jatuh ke selokan.

Tapi yang bisa kulakukan saat itu adalah senyum dan… meringis. Sakit memang, tapi ketika nalarku bekerja, aku sadar. Itu adalah bentuk permintaan para fans agar kami lebih mencintai mereka dan menunjukan perhatian kami pada mereka. Terpikir olehku, rasa sakit ini belum seberapa dibandingkan dengan para fans berat kami yang (maaf) tak punya cukup uang untuk membeli tiket, album, dan segala hal tentang kami. Kuakui, harganya memang mahal >.<

Akhirnya, aku pun meminta izin pada SM Ent. Untuk mengucapkan rasa terima kasih pada para fans. Aku senang bisa melihat berbagai reaksi berbeda dari berbagai macam fans. Aku harap, lain kali bisa berkunjung la—

SRET, BRUGH!

Pikiranku terhenti ketika melihat orang di depanku terpeleset dan jatuh. Jalanan memang agak licin karena semalam hujan turun. Tapi agak aneh juga, tergelincir padahal tak ada becek.

“Ah… gwaenchanaseyo?” tanyaku pada orang tersebut sambil mengulurkan tangan. Remaja perempuan yang bertubuh gemuk dan berambut ikal itu menyambut uluran tanganku. Kulihat box yang dibawanya terjatuh dan terguling. Seekor anak anjing mendengking dan merayap ketakutan.

“Ne… Gwaenchana. Gamsahamnida!” Ia segera bangun dan membungkuk member hormat. Ia menggendong anak anjing itu, mengelusnya perlahan dan memasukkannya kembali ke dalam box.

Baguslah, jangan menangis, ya… anjing kecil!” ujarnya pada si anjing dengan bahasa yang tak kukenal. Rasanya itu bukan bahasa Inggris, Korea, maupun China.  Ia menatapku sesaat… selang belasan detik kemudian ia tersentak kaget.

“Eomo!” serunya dengan mata terbelalak kaget. Matanya bulat, coklat, dan ia memiliki lipatan kelopak mata. Hidungnya agak mancung tapi tidak mungil seperti kebanyakan remaja Korea. Rambutnya ikal dan diikat setengah. Pastilah ia bukan orang Korea.

Aku menatapnya dan tersenyum singkat. Tampaknya ia sudah mengenaliku.

“Neo…” ia menunjukku, “Neo… neoneun Taemin-eyo? Taemin dari SHINee, kan?” tanyanya, berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

Aku mengangguk kecil. Astaga! Apa aku akan diterkam lagi? Jangan sekarang, kumohon…! Aku belum siap! Aku bahkan belum mandi dan aku baru saja menyelesaikan ujian negaraku. Aku juga bel—

Ia membungkuk padaku, membuyarkan lamunanku. “Annyeong, Taemin oppa! Manaseo bangawoyo!” sapanya senang. Matanya terlihat berbinar senang. Senyum lebar—yang yah… cukup manis menurutku—terukir di bibirnya.

“A~ Annyeong!” aku balas membungkuk.

Ia bergerak, membuka ransel hitam yng dari tadi bertengger di punggungnya dengan susah payah. Ia meletakan box berisi anak anjing itu ke jalan kemudian mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Buku tulis dan… pensil?

Ia meringis, “Mianhae, oppa… boleh aku minta tanda tanganmu? Maaf ya, aku tidak punya kertas yang bagus. Dan astaga! Pulpenku benar-benar hilang. Jadi… pakai pensil saja, ridak apa, kan?” ia meringis lagi dan mengulurkan kedua benda itu padaku.

Aku mengangguk dan tersenyum bingung. Agak tidak modal juga ya, anak ini. Agak lucu, maka aku terkikik sedikit. Ia tersenyum padaku ketika melihatku terkikik. Setelah menulis tanda tanganku dan menambahkan kalimat: “senang berkenalan denganmu, hwaiting!”, aku menyerahkan buku itu padanya

Ia menerimanya dengan wajah senang bukan main. “Gamsahamnida! Gamsahamnida!” ia membungkuk dalam-dalam. Ia memasukan buku itu ke dalam tas dan mengangkat box berisi anak anjing itu. “Sungguh merupakan suatu kehormatan bisa bertemu denganmu, oppa! Aku harap lain kali aku bisa bertemu denganmu lagi,” ujarnya.

Aku membungkuk, “Ne… cheonmaneyo…” dan setelah itu, ia tersenyum lagi—andai saja ia langsing, pasti manis sekali—dan berjalan pergi.

Agak lega aku tak dibunuh, aku tersenyum bersemangat. Namun yah… “Taemin-ssi! Tadi itu siapa?” tanya Key yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangku.

“Wah… berkenalan dengan penggemar di pagi hari…” tambah Minho.

“Kau terlihat bahagia!” lanjut Onew lagi. Aduh!!! Kalau sudah begini, mereka akan meledekku terus! >.<

TBC

Buakakak.. gimana? Ancur? Pendek? Ehehehehe.. maklum.. amatir nih… hahaha.. please visit the next chapter🙂

2 thoughts on “She Doesn’t Like the Others (Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s