She Doesn’t Like the Others (Part 4)

Title: She Doesn’t Like the Others (Part 4)

Author: newshawol a.k.a Irene

Main Cast: Lee Taemin, Kim Euna (OC)

Support Cast: SHINee, Jung Seorin (OC’s friend)

Length: Sequel

Genre: Romance

Rating: PG-13

(Taemin’s POV)

   Mobil Minho terus melaju dengan santai sementara seluruh member SHINee tak henti-hentinya bertanya mengenai Euna. Maka tak ada jalan lain, aku hanya bisa menjelaskan semuanya pada mereka. Bahkan nama ‘Han Saetbyul’ yang ia terima dari temannya pun kuceritakan.

“Wuah… aku jadi membayangkan… Apa dia jago masak ayam, ya?” gumam Onew. Aku mengerenyitkan dahi sedangkan semua hyung-ku tertawa terbahak-bahak.

“Sudah, sudah…” sahut Key di sela tawanya, “Lalu apa lagi? Ceritakan semuanya!”

Aku menatap Key dengan wajah bingung, “Hyung sudah normal lagi? Kukira selamanya akan jadi gila…”

Key meringis, “Entahlah… aku sedang ingin normal sekarang. Ayo cepat! Lanjutkan saja!”

Aku angkat bahu, ”Baiklah! Jadi, ketika ia sibuk bercerita mengenai nama Koreanya, aku mendengar suara yang amat kukenal. Saat kuperhatikan baik-baik, aku melihat beberapa orang bersembunyi di berbagai tempat. Mereka kemdian keluar dari tempat persembunyian masing-masing. Kurang lebih ada tujuh orang atau mungkin lebih. Dua dari mereka adalah gadis-gadis yang memakai ponsel untuk memotret. Kuarasa, mereka itu paparazzi campuran; wartawan dan fans. Atau mungkin antis… entahlah…”

”Lalu, kalian lari dan tersesat?” tebak Minho hyung.

Aku mengangguk dan meringis, ”Awalnya aku ingin pasrah saja, tapi aku ingat, Euna tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Bagaimana kalau ada yang menanyakan masalah SME padanya??”

Ketiga hyung-ku mengangguk setuju. ”Ngomong-ngomong, aku sendiri bahkan belum tahu dengan jelas masalah itu,” ujar Minho hyung.

Ah! Kami bahkan lupa menjelaskannya pada Minho hyung! Memang, SHINee sudah mulai diistirahatkan selama 2 minggu, tapi khusus Minho hyung, ia tidak bisa mengerti dengan jelas masalahnya, sebab, selama seminggu lebih ia dirawat di rumah sakit karena kelelahan. Ia baru kembali 3 hari yang lalu.

”Rumit,” ujar Key hyung ringan.

”Tidak wajar,” tambah Onew hyung.

”Aneh,” Jonghyun hyung ikut menimpali.

”Aishh… ceritakan yang benar!” seru Minho hyung seraya mengacak-acak rambutnya; kebiasaannya jika ia sesang kesal.

”Ne. Kau tetaplah mengemudi dengan baik, hyung!” balasku akhirnya.

”Ara!” jawabnya cepat.

Aku berdehem dan mulai menjelaskan, ”Entah dari mana, gossip aneh beredar mengenai SME. Gossip mengatakan bahwa Lee Soo Man dan manajer kita melakukan penindasan terhadap GB dan BB di SME. Dan erita yang tersebar di lingkungan SME adalah bahwa Lee Soo Man dan Manajer telah melakukan korupsi yang cukup besar.”

Minho hyung mengerutkan alisnya, ”Korupsi? Klise sekali…”

”Ne. Selanjutnya, keterangan aneh terdengar lagi. Lee Soo Man dan Manajer telah mengambil jatah BB dan GB lain. Mereka dipaksa melakukan konser-konser ketat, tapi sebagian besar uangnya mengalir untuk kita. Kau ingat, sebulan yang lalu kita berlibur ke Hawaii… Gossip mengatakan bahwa uang liburan kita itu adalah hasil Korupsi. Super Junior yang sudah lebih senior saja tidak mendapat libur seperti kita.

Kemudian, Hankyung (Hangeng) hyung juga katanya menggugat SME karena hal ini. Ia merasa seperti babu, bekerja luar biasa keras namun bayaran yang didapat sangatlah kecil.”

”Ne! Anehnya lagi, berita baru terdengar terus. Katanya Manajer memberikan sejumlah uang untuk teman-teman wanita kita dalam rangka untuk membujuk mereka agar mereka terus mem-voting kita pada setiap chart. Sungguh tak masuk akal!” tambah Jonghyun hyung dengan wajah kesal bercampur bingung.

”Selanjutnya, tepat seminggu yang lalu seorang wanita mengaku ia mendapat sejumlah uang dan surat keterangan. Surat dan uang itu dimasukan ke dalam kotak surat rumahnya tanpa perangko dan cap—berarti dimasukan sendiri oleh si pengirim. Parahnya, di surat itu ada tanda tangan Taemin; tanda tangan pribadi, bukan tanda tangan yang biasa diberikan kepada para fans. Kau tahu, wanita itu adalah Jung Mihyun, teman satu sekolah Tamin!” timpal Key hyung

”Mwo?!” Minho hyung tampak terkejut. ”Bagaimana mungkin???”

”Molla… Manajer sendiri sampai pusing. Tapi Taemin sendiri memang mengakui bahwa itu adalah tanda tangan miliknya, meski ia merasa tidak pernah menandatangani surat aneh itu,” Onew hyung menepuk-nepuk bahuku dari kursi depan.

Minho hyung mendesah, ”Jahat sekali orang yang melakukan itu. Ah… Taemin-ah! Kau benar-benar tidak menandatangani surat itu?”

Aku menggeleng kuat-kuat. ”Aniyo~ Aku bukan orang bodoh yang mau menanatangani surat konyol itu.”

Minho hyung mendesah lagi, Nah kan! Lalu siapa?” ia tampak berpikir keras.

”Sudahlah. Lagipula, kabar yang sudah terdengar oleh massa hanya sebagian saja. Ang mereka tahu, SME melakukan kecurangan—pilih kasih—dan memberikan dana sia-sia pada wanita. Mereka belum tahu secara jelasnya,” Onew hyung berusaha menenangkan.

”Kau sebaiknya fokus menyetir. Aku belum mau mati,” tambah Key hyung diikuti jitakan keras pemberian Onew hyung.

”Ara…” Minho mendesah lagi.

~ ~ ~

Aku menyesap teh blackcurrant yang disediakan Key hyung. Hari sudah mulai sore, tapi hujan belum berhenti sejak pagi. Padahal ini musim panas. Bayangkan… MUSIM PANAS! Tampaknya pengaruh global warming sudah mulai terlihat; mengacaukan musim dan iklim.

”Annyeong haseyo!” sapa Key hyung kepada ponselnya. Sontak, seluruh member SHINee menatapnya. Tampaknya ia yang mengawali percakapan.

“Nuguseyo? … Eo?” gumamnya dengan kening berkerut. Ia terdiam sesaat dan tampa agak kaget, ”Nomormu ada di ponselku!”

(Euna’s POV)

Aigoo… pria aneh! Ia meneleponku duluan, tapi ia juga menanyakan siapa aku. Orang bodoh mana yang akan melakukan itu? ”Nuguseyoooo?” aku bertanya balik.

Nomormu ada di ponselku!” ujarnya.

Aku mengerenyitkan dahi, ”Jinjja? Aku bahkan tidak tahu anda ini siapa!” aku mendeah. Aku sedang liburan hari raya di sini. Aku bahkan tidak punya teman Korea selain anak pemilik penginapan. Bagaimana mungkin aku kenal orang ini? Jelas-jelas nomor ponselnya merupakan nomor Korea.

Benar begitu? Tapi sungguh, nomormu ada di ponselku! Terdaftar sebagai panggilan masuk,” orang itu bersikukuh.

”… Nuguseyo???” tanyaku untuk yang kedua kalinya tanpa merisaukan  perkataannya.

”… Kim Ki Bum,” jawabnya akhirnya.

Di benakku segera hadir wajah Kibum Super Junior; member favoritku urutan ketiga. Aku tersenyum jika membayangkan Kibum sedang meneleponku. Tapi aku harus berusaha kesal. Tidak bagus jika perempuan terdengar atusias pada lelaki asing. ”Hello??? There are MANY people named Kim Ki Bum!” aku memutuskan menggunakan bahasa Inggris.

Ah!” ia terdengar kaget, ”Benar…” ia terdiam sesaat, ”Eo?” bisiknya.

”Mwo?”

Molla…” bisiknya lagi.

”MWO?!”

Ah! Oh… erm… nanti lagi kita lanjutkan. Annyeong!” dan ia memutuskan sambungan.

WHAT THE HEL*?! Neomu babo saram!! Apa maksudnya tadi? Orang ini pasti bukan Kibum super Junior!!! Sungguh, ini pertama kalinya aku menerima telepon dari orang aneh seperti itu. Atau ini hanya kerjaan orang iseng?

Tunggu! Tiba-tiba saja aku ingat. Taemin pernah memakai ponselku! 3 hari yang lalu, ketika kami tersesat bersama. Mugkinkan orang itu adalah Kim ”Key” Kibum??? Semoga… astaga… SEMOGA~!!!

 (Taemin’s POV)

   ”Hyung!” panggilku akhirnya. Key hyung bebicara aneh pada poselnya.

Key hyung menoleh, ”Eo?”

”Nuguya?” bisikku seraya menunjuk-nunjuk ponsel yang dipegangnya.

”Molla…” ia angkat bahu, ikut berbisik. Dengan segera, ia berbicara untuk mengakhiri percakapan dengan lawan bicaranya.

”Bagaiman mungkin kau tidak kenal orang itu? Kau yang meneleponnya duluan! Babo!” seru Jonghyun hyung.

Key hyung mencibir, ”Nomor ini terdaftar sebagaim panggilan masuk 3 hari lalu. Tapi aku lupa ini siapa.”

Aku terdiam sesaat. 3 hari yang lalu… hmm… ”Apakah orang itu perempuan?” tebakku.

”Ne! Suaranya agak berat. Tapi itu pasti perempuan! Dan bicaranya patah-patah,” jawab Key hyung.

Aku tersenyum. Dugaanku pasti benar. ”Itu Kim Euna! Kau ingat, hyung, 3 hari lalu kami tersesat dan aku meneleponmu dengan ponselnya.”

Ia mengangguk, ”Oh iya. Waktu itu kupikir kau memakai nomor baru. Ternyata gadis itu.”

”Sudah lama tidak melihatnya. Kemarin saat aku lari pagi bersama Minho hyung, aku juga tidak melihatnya,” gumamku. Sulit untuk menahan senyum jika mengingatnya.

”Jinjja? Padahal selama 3 hari ini aku melihatnya terus. Ia berdiri di sebrang apartemen ini, terus menatap—tampaknya ia tidak tahu letak pasti dari dorm kita—selama setengah jam. Sungguh, lucu sekali!”

Ia datang ke sini? ”Jinjja??? Mengapa kau tidak memberitahuku?”

Minho hyung terkekeh, ”Malas. Banyak juga fans yang datang ke sini. Kurasa ia sama saja kan, dengan yang lain.”

Aku meringis, ”Gurae…” dan selanjutnya, aku kembali menyesap tehku, menatap ke luar jendela. Terbersit di benakku rentetan kejadian ketika bertimu anak aneh itu—Kim Euna.

Sesaat setelah pikiranku kembali, aku melihat sesosok remaja berjalan dan berhenti di sebrang apartemen. Ia memakai jaket abu-abu, jeans, dan payung biru. Eh? Itu Kim Euna! Entah oleh dorongan apa, aku segera bangkit, mengambil jaket dan payung, kemudian bergegas keluar.

”Lee Taemin?!” serunya dengan suara tercekat. Matanya berbinar senang.

Aku tersenyum lebar melihat wajah merahnya. Senyumnya sungguh menular, membuatku ikut tersenyum aneh. ”Annyeong haseyo!” sapaku sopan.

Ia tetap tersenyum lebar, ”Formal sekali. Apa yang kau lakukan di sini?”

Aku meringis, ”Dorm kami ada di sini.”

”Ishh… maksudku di sini, ” ia menghentak-hentakkan kakinya, ”Hujan-hujan begini.”

Aku terkikik sebentar. ”Aku melihatmu. Karena sedang bosan, kuhampiri saja.”

Ia tersenyum malu. Wajahnya sekarang benar-benar telah beruah menjadi tomat. Sungguh, ia tampak bahagia sekali. ”Jeongmalyo?”

Aku menggangguk, ”Ne. Hujan begini, tak ada jadwal, membosankan. Ah! Bagaimana kalau kita main saja?”

Ia tersentak, ”Mwo? Ini kan sedang hujan! Lagipula kau bisa mati dikerubuni para SHAWOL. Aku saja ingin melindasmu sekarang.”

Aku tertawa ringan, ”Biar saja. Kau tunggu di sini,” aku berlari kembali ke dalam dorm.

(Euna’s POV)

Taemin berlari masuk ke dalam apartemen itu. 15 menit setelahnya, sesosok pria aneh keluar. ”Kim Euna!” panggil pria itu seraya bergegas menghampiriku.

Eh? Itu… ”Tae…” sungguh… aku speechless. Itu Taemin!

Ia mengangguk, “Cukup baik bukan?” Aku menatap pakaiannya; wig coklat begaya tahun 80-an, kacamata super besar, kumis tipis palsu, topi rajut, mantel coklat tebal, celana jeans belel, dan sepatu boot hitam besar.

Ia kemudian mengeluarkan beberapa alat dari dalam kantung mantelnya. Itu alat make-up sederhana. ”Kau bisa melakukan sedikit perubahan padaku, bukan? Kau kan perempuan.”

Aku mencibir. ”Tidak semua perempuan bisa merias,” tapi aku tetap mengambil alat make-up itu. Aku mengaburkan warna kulitnya dengan bedak cair, memoles blush-on pada pipi, dagu, dan hidung untuk memberi kesan chubby, dan menebalkan garis matanya.

Ia bercermin dengan cermin kecil miliknya, ”Lumayan. Setidaknya, dengan bantuan hujan, orang-orang akan sulit mengenaliku,” ia tersenyum puas, ”Satpam apartemen itu terus melihat kita!” ia tertawa.

Aku melirik satpam-satpam itu dan ikut tertawa. ”Yang penting kau aman.”

Ia mengangguk dan menarik tanganku, ”Gurae, kaja!”

Astaga. Aku mendadak mati rasa. Jantungku berdetak terlalu cepat!

TBC

ANNYEONG!!!! *semangat membara* Aku kembali lagi dengan chapter 4 J aku bahkan gatau chapter 3-nya udah dimengerti pembaca atau belum😄 hehehe. Maklum, ini FF debut kejar tayangku (?) Di chapter ini, aku berusaha manjangin ceritanya. Tapi alur ceritanya malah jadi geje, keliatan buru-buru, dan ga rapi -__-” hahaha. Sudahlah… semoga kalian suka… please don’t be a silent reader :D love yahhhh :*  (Oh ya, kalo ada yang mau tanya mengenai bahasa Korea-ku yang mungkin aneh, tanyain aja :D )

2 thoughts on “She Doesn’t Like the Others (Part 4)

  1. huahahaha.. bole deh…… hmmm.. kapan2 mungkin aku bisa selipin kamu sama mino oppa di FFku ;p hahahaha
    makasih ya buat semua komen kamu di semua part ceritaku :3 hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s