She Doesn’t Like the Others (Part 6)

Title: She Doesn’t Like the Others (Part 6)

Author: newshawol a.k.a Irene

Main Cast: Lee Taemin, Kim Euna (OC)

Support Cast: SHINee, Jung Seorin (OC’s friend)

Length: Sequel

Genre: Romance

Rating: PG-13

Summary: Seorang gadis remaja yang gemuk dan merasa dirinya jelek (Kim Euna) berlibur ke Korea bersama temannya, sekaligus mencari beasiswa agar bisa sekolah di sana. Namun tak sangka, ia malah bisa bertemu dengan salah satu idolanya, Lee Taemin (SHINee).

A/N: Woot! Part 6!!! Arrgghh!! *frustasi Jujur, aku ga nyangka cerita ini bakal jadi kacau dan berlarut-larut😥 jeongmal mianhae, readers… aku akan berusaha untuk namatin secepatnya. Jadi mungkin alurnya agak ga jelas dan berantakan. Sorry juga buat beribu typo yang ada. Hehehe… but still, happy reading😀

Warning: FF INI AKU KIRIM JUGA KE SF3SI! NO PLAGIARISM!😀

(Euna’s POV)

Aku menatap fotoku bersama Taemin untuk kesekian kalinya. Aku sungguh merasa bersalah. Gara-gara aku… ini juga tak lepas dari ke-SKSD-an-ku (?). Pagi tadi aku dan Seorin menonton salah satu acara gossip di TV. Kebetulan, acara itu sedang menayangkan berita tentang SHINee.

~~~Flashback~~~

   SHINee bersama SM Entertainment sedang terlibat skandal. SME melakukan kecurangan yang diduga hanya demi SHINee. Yeoja manis di TV itu menjelaskan mengenai uang dan surat yang didapatnya. Ada tanda tangan Taemin di situ. Apa lagi sih?? Hanya untuk membujuk para yeoja agar mem-vote SHINee, harus mengeluarkan uang sogokan. Jinjja babo-ya! SHAWOL mana yang tak mau mem-vote nampyeon-nampyeon mereka??

   Selanjutnya, tanpa menunggu berita itu selesai, aku dan Seorin segera menuju dorm SHINee. Tapi kami tak bisa melakukan apapun. Jalan masuk menuju apartemen penuh. Puluhan wartawan sibuk membujuk satpam agar diizinkan mengunjungi dorm SHINee. Di belakang mereka ada belasan SHAWOL yang ikut-ikutan. Hanya belasan sih. Mungkin mereka adalah SHAWOL nekat yang tidak berpikir bahwa mereka akan ditendang keluar oleh satpam galak itu.

   “Silyehamnida!” ujarku pada seorang yeoja yang membawa buntalan kertas (?)

   “Ye?” ia menengok dan menjawab sopan.

   “Mm… ada apa ini? Mengapa penuh sekali?” tanyaku.

   “Kau tidak tahu?” yeoja itu tampak kaget. “Gossip! Gossip SME dan SHINee!”

   Aku dan Seorin saling melempar pandang, “Ah… Nado ara. Hajiman, berita itu katannya sudah tersebar cukup lama. Apa lagi? Harusnya tak seramai ini.”

   Ia mengerutkan dahi, tampak bingung. Ia membolak-balik buntalan kertas yang dibawanya dan menyodorkannya pada kami. “Itu foto terbaru. Taemin bersama seorang gadis! Berbicara berdua saja! Ada yang menduga mereka memiliki hubungan spesial. Tapi kalau dikaitkan dengan kasus SME, gadis ini diduga korban SME selanjutnya. Kau tidak nonton beritanya? Sejak tadi malam sudah diekspos. Ditambah lagi Taemin dikabarkan sedang sakit. Sontak saja semua mengira ia stress karena masalah ini. Kabarnya ia sudah 2 hari sakit.”

   Aku tersentak melihat kertas itu. Tampaknya itu hasil print dari sebuah website. Dan foto yang tertangkap kamera adalah fotoku! Kami sedang berhadapan dan berjabat tangan. Foto ini tampaknya diambil di hari yang sama ketika aku dan Taemin tersesat.

   “Itu kau?” bisik Seorin, menunjuk kertas itu. Aku mengangguk lemah, meski foto itu buram dan diambil dari belakang, aku bisa mengenali diriku. Aku bisa kenal “tubuh”ku.

   “Lihat ini! Di sini juga Taemin sedang bersama seorang yeoja,” ia menjukkan halaman lain dari buntalan itu. “Kali ini temanku yang memotretnya dari kejauhan. Ia sedang jalan di tengah hujan ketika melihat seseorang yang familiar. Ternyata Taemin. Sayangnya hujan, jadi agak buram. Dan lagi, wajah gadis itu tertutup payung! Tapi lihat ujung rambutnya! Ikal, seperti gadis yang pertama.”

   Aku tercengang lagi. Ini juga fotoku ketika berbicara di sebrang apartemen; sebelum ia menyamar dan kita pergi ke taman ria.

   “Saat itu temanku benar-benar terburu-buru. Ia hanya sempat memotret sekali. ternyata hasilnya buram. Yah… setidaknya sudah dapat sih…” jelasnya lagi. “Kurasa Taemin sakit juga karena pengaruh main ke luar bersama gadis ini di tengah hujan. Apalagi suhu udara sedang tidak menentu.”

   Aku mengembalikan kertas itu dan berterimakasih. Dengan cepat aku dan Seorin kembali pulang. Untung saja yeoja ramah itu tidak mengenaliku.

~~~

Eotteokhae?

Benar kan! Kemarin-kemarin itu Taemin benar-benar flu! Harusnya aku meolak pergi ke taman ria. Dan lebih baik lagi kalau aku tidak menerima mantel pinjamannya. Kalau perlu aku tidak usah menghampiri apartemennya!

Jinjja~ Eotteokhae??

Ah!

Dengan satu-satunya ide yang muncul di otakku, aku segera mengambil sebuah kertas. Ya, hanya berbekalkan kertas dan pensil, aku akan memberikan tulisan terbaikku untuk menghibur Taemin. Aniyo!!! Maksudku, untuk SHINee.

(Taemin’s POV)

“Kau yakin? Tidak perlu kami temani?” tanya Onew hyung kesekian kalinya.

Aku mengangguk pelan. Sudah 2 hari tepatnya aku jatuh sakit; flu, demam, meriang, dan sebangsanya. Suhu tubuhku naik-turun, ingusku selalu ingin kabur dari kandangnya, dan badanku rasanya berat untuk kugerakan—meski sebenarnya sekarang aku sudah membaik.

Padahal malam itu; 3 hari yang lalu, aku masih sehat-sehat saja. Meski agak sedikit bersin-bersin… tapi kenapa aku tidak sembuh-sembuh? Memalukan. Aku lemah sekali.

“Kau hafal semua gerakkannya tidak?” Key hyung berusaha memastikan.

Aku mengangguk lagi.

“Geuraeyo… kalau ada apa-apda, telpon kami. Arassji (baca: aratji)?” lanjut Onew hyung.

Untuk keseribu kalinya aku mengangguk. Tepat sedetik kemudian, pintu dorm kami terbuka. Manajer masuk dengan tergopoh-gopoh. Tangannya membawa beberapa barang.

“Hadiah. Dari para SHAWOL di luar,” jelas Manajer tanpa ditanya. Key hyung dan Onew hyung segera bergerak menuju jendela, berusaha melihat SHAWOL yang tersisa di depan apartemen. “Kalian siap-siap. 10 menit lagi segera turun ke lobi! Saya akan urus para wartawan dulu,” dengan cepat ia meletakan semua hadah itu ke meja di sampingku dan pergi ke luar.

Aku yang sedari tadi berbaring di sofa berusah menegakkan tubuh. Dengan gesit Onew hyung dan Minho hyung membantuku duduk.

Kami berlima menatap benda-benda itu. Rasa pusingku mendadak berkurang drastis. SHAWOL membagikan cinta untuk kami lagi! Aku mengambil sebuah kotak dan membuka tutupnya. Tampak olehku lima boneka kecil dijejerkan di dalamnya. Itu boneka SHINee. “Aigoo~ Neomu kwiyeopda~” gumamku pelan.

Jonghyun hyung tersenyum senang, “Ne! Lihat! Bonekaku hanya memakai kaus dalam!” dan ia segera terbahak.

“Wuah… aku sedang memegang ayam!” lanjut Onew hyung, “Punya Key sedang memakai piyama pink! Dan aduh… punya Minho memeluk bola basket. Mbuahaha! Mirip kepalanya Taemin!” ia tertawa lagi, “Punyamu sendiri amat eksotis~ Bibirnya pink sekali!”

Aku meringis. Benar, hanya bibir bonekaku yang berwarna pink. Aku menatap ke dalam kotaknya dan ada pesan penyemangat di situ.

Minho mengambil balon biru yang digambari wajah, “Nampyeon Minho, saranghae~” ia membaca pesannya dan terkekeh, “Sejak kapan aku sudah menikah?”

Kami membaca cepat semua pesan dan suratnya. Ini saja cukup banyak. Di gedung SM nanti pasti lebih banyak lagi.

“Wuah… yang ini sederhana…” sahut Onew hyung. Ia mengambil gulungan kertas yang diikat dengan karet. Dengan cepat kami melepas karetnya dan melihat isinya.

“Whoa~” hanya kata itu yang terlontar. Kertas itu berisi… eum… tulisan… pesan… graffiti… atau apalah itu. Intinya… tulisannya neomu kwiyeopda~

   “Annyeong haseyo! Nan danji malhigo sip-eun… GEON GANG-EUL YUJI!!! (arti: halo! Aku hanya mau bilang… stay healthy!!!)” Onew hyung membaca kalimat pertamanya, “Benar! Belum lama Minho sakit, sekarang Taemin yang sakit. Harusnya kita saling menjaga kesehatan.”

Kami mengangguk cepat sebagai balasan. “Hmm… Oppa-deul… yeongwonhi saranghalge~ aja-aja hwaiting! (arti: kakak-kakak… aku cinta kalian selamanya~ terus berusaha dan semangat!)” kini Key hyung yang membacanya, “Hmm… eo!”

“Mwo?” yang lain tampak bingung.

“‘Kim Euna’. Pengirimnya Kim Euna! Dan ada gambar kecil perempuan berambut keriting! Jangan bilang, ini Kim Euna temanmu?” Key hyung menatapku.

Aku melihat kertas itu. Yah, tampaknya pengirimnya memang dia. Baru kali ini ada yang membuat tulisan lucu begini. Aku suka huruf ‘H’ dan huruf ‘e’. Lucu sekali!

    “Ah!” seruan Minho hyung mengejutkan kami semua. “Aku baru baca. Lihat! Di bagian kanan bawah, ditulis agak kecil; ‘Taemin-ssi… get well soon, okay?^^’ Wuah… Taemin dibuat spesial…”

“Benar! Juga ini…” Key hyung menunjuk bagian nama-nama kami. “Nama kita diawali gambar bintang, hanya nama Taemin diawali gambar hati.”

Aku menatap kertas itu. Benar, hanya namaku yang diawali gambar hati. Astaga… perasaan apa ini? Rasanya ada kupu-kupu di perutku, menimbulkan sensasi aneh. Senang? Tersanjung? Mungkin.

“Astaga… wajahmu merah~” goda Onew hyung.

Aku membuang muka, berusaha menutupi salah tingkahku, “Erm… aku kan sedang demam, hyung!”

Keempat hyung-ku tertawa. “Ara… Uri kanda, Taemin kwiyeowo~!” setelah mencolek daguku, mereka bergegas pergi. Cepat sekali perginya.

Aku kembali menatap meja, menatap hadiah dan surat dari para SHAWOL. Lho? Itu kan, ponsel Key hyung? Babo! Masa’ ditinggal begitu saja?

Aku segera mengambil ponselku dan berusaha menelpon ponsel Minho hyung. Terdengar suara wanita berbicara. Arrgghh! Sial! Pulsa tak cukup untuk menelepon. Akhirnya, aku hanya bisa mengirim pesan. Bagaimanapun, kasihan kalau Key hyung tak bawa ponsel.

Sesaat kemudian, aku menerima balasan dariminho hyung.

FROM: Minho hyung<3

Arayo! Key hyung sedang bergegas ke sana. Oh ya, kami akan berusaha menyelesaikan masalah SME. Kau  istirahat saja. Kalau bosan, kau boleh panggil temanmu untuk berkunjung. Manajer yang mengusulkan.

Astaga! Mereka ini mikir apa? Mereka lupa kalau nyaris semua temanku masih suka mem-bully-ku? Temanku hanya para yeoja! Tapi… kalau aku memanggil teman yeoja ke mari… akan lebih menyenangkan? Tapi… yeoja yang datang ke mari akan terkesan…… aish! Panggil saja lah! Setidaknya aku akan ada teman bicara. Dan kalau lapar, tinggal suruh masak! Hahaha… sedanh sakit begini, otakku benar-benar telah menjadi licik!😉

Aku membuka kontak ponsel Key hyung. Memeriksa nomor-nomornya. Tampaknya, satu-satunya nomor temanku yang ia miliki adalah nomor ponsel                    . Dia memang baik, bertanggung jawab, dan yang pasti… pintar masak!

Otakku mendadak memikirkan sesuatu.

Sesuatu yang membuatku agak malu.

Tanganku bergerak, keluar dari kontak, membuka daftar panggilan, dan mendapati sebuah nomor tanpa nama. Aku memilih nomor itu, kemudian memilih mode send to, memasukan nomor ponselku, dan menekan pilihan SEND. Tepat, ketika pintu terbuka dan Key hyung bergegas masuk.

(Euna’s POV)

“Ah… Kim Euna?” resepsionis itu berusaha meyakinkan.

“Mm… ne…” jawabku kaku.

Wanita itu tersenyum dan menemaniku menuju dorm SHINee. Aku SANGAT kaget ketika Taemin mengirim pesan dan menyuruhku datang. Bodoh memang, tapi aku percaya. Yah… bisa dibilang, aku tahu, itu nomor Korea, dan nomor orang Korea yang kupunya hanya nomor anak pemilik penginapan. Mungkin saja orang yang meneleponku dulu benar-benar Kim ‘Key’ Bum SHINee dan Taemin minta nomorku dari hyung-nya itu.

Kerennya, ia bahkan sudah menghubungi satpam apartemen, petugas resepsionis, dan bodyguard SHINee untuk mengizinkanku masuk. Masih ada beberapa wartawan di luar, sehingga pengawasan masih ketat.

“Annyeong haseyo!” sapaku, bercicit pada para bodyguard penjaga dorm SHINee. Tak disangka, mereka malah tersenyum hangat dan membunyikan bel untukku.

“Masuk saja. Magnae kita sedang sakit,” kata salah satu bodyguard.

Aku mengangguk, tersenyum, dan membungkuk sebagai rasa terima kasih, kemudian masuk dengan perlahan.

Kulihat Taemin sedang duduk di sofa dengan piyamanya. Aishhh… neomu kwiyopda~!!! “Annyeong!” aku memberi salam.

Ia tersenyum kecil, “Santai saja, aku hanya mengundangmu untuk main, “ balasnya, “Whoa~ pakaianmu keren!”

Aku meringis canggung, “Kau yang menyuruhku menyamarkan diri.”

Ia tersenyum lagi, membuatku makin canggung. “Lepaskan saja penyamaranmu. Di sini tidak akan ada yang menyerangmu.”

Aku mengangguk dan melepaskan penyamaranku; kacamata (milik Seorin), mantel tua (milik Ahjussi pemilik penginapan), topi sulap (milik Ahjussi juga), dan menghapus make-up-ku (anak pemilik penginapan yang meriasku).

“Di luar panas, ya?” tanya Taemin.

Aku mengangguk dan meringis, “Padahal waktu itu hujan seharian.”

Ia tertawa kecil. “Kau keren! Tidak sakit!”

Mendengar itu membuatku merasa benar-benar bersalah. “Jeongmal mianhae… Na taemune…” aku mendesah, “Harusnya aku tak usah datang ke depan dorm SHINee… Padahal hari itu sedang hujan…” Benar. Harusnya aku saja yang sakit.

Ia tertawa kecil lagi, “Gwaenchanha. Jangan pikirkan. Toh, aku yang menghampirimu.”

Aku mengangguk lagi. hening kemudian. Astaga… canggung sekali. Ayolah Taemin… bicara sesuatu… Ini sungguh tidak nyaman… aku bahkan bisa mendengar bunyi jarum jam… bahkan bunyi helaan nafas!

“Kim Euna!” panggil Taemin pelan.

“Hm?”

Ia menunduk dan tersenyum, “Gomawo,” ia mengangkat kepalanya, masih tetap tersenyum , “Kemarin itu, di Taman Ria… Neomu neomu neomu jaemiseosseo.”

“Jinjja?” aku rasa mataku benar-benar berbinar sekarang.

“Ne,” Taemin terdengar tulus.

Aku tersenyum kikuk. Hening lagi. Sungguh, aku ini manusia biasa, pikiranku juga bisa melayang-layang kea rah yang salah. Aigo… sekarang aku berada di dorm SHINee! Bersama Taemin! Berdua!!! Aku merasakan panas di wajahku. Oh… ini kondisi yang kurang bagus… terlalu… terlalu menegangkan… bunyi jarum jam terdengar lagi… astaga…

“Kau tegang?” sahut Taemin tepat sasaran. Ia tertawa kecil, “Dalam kondisi normal, kau sedang dalam posisi bahaya. Ingat, aku ini namja normal, dan kita hanya berdua di sini.”

DEG! EOMMA!!! Ini menjadi menakutkan. Bagaimana ini? Taemin menatapku dengan tatapan aneh. Ia bangkit dan berjalan mendekatiku. Ia tersenyum aneh… astaga… astaga… eotteokhae?!?!?

“Tapi aku sedang sakit, “ ia berhenti mendekat dan angkat bahu, “Jadi kau yang berbahaya. Tolong jangan berbuat macam-macam padaku, ya!” lanjutnya. Aku hanya bisa tercenung.

Dan tawa Taemin pecah. “Ternyata menggoda orang itu menyenangkan! Wajahmu sampai pucat begitu!” ia berhenti sesaat untuk tertawa, “Rasanya sakitku sudah benar-benar sembuh!”

Aku mengerutkan kening dan mendengus. Kupikir Taemin sudah ketularan yadong. Aigo…

“Mm… Jeomsim meogosseo (sudah makan siang, belum)?”

Aku menggeleng, “Ajig.”

Taemin mengangguk-angguk, “Nado. Kau bisa masak?”

Aku meringis, “Aniyo~ aku pernah mencoba masak Indonesian fried rice tapi terlalu asin. Rasanya sungguh kacau… hanya asin… tidak pedas, tidak manis, aneh!”

Taemin tertegun, “Jeongmal?”

“Ne!”

“Aih… benar-benar tidak bisa masak apapun?”

“Ne~”

“Tidak bisa buat kimchi juga?”

“Ne…”

“Aigo…” Taemin tampak lemas seketika.

“Ah! Aku bisa masak mie instan!”

Ia menyipitkan matanya kesal, “Ehem… aku sedang kurang sehat…”

“Ah… geurae…”

(Key’s POV)

“Kita batalkan saja latihan hari ini,” tukas Manajer, masih menatap ponselnya. “Mr. Soo Man mengajak diskusi.”

Kami berempat hanya bisa mengangguk. Pasti mengenai masalah SME dan SHINee. Minho mendesah dan kembali menatap jalanan. Jonghyun hyung dan Onew hyung kembali sibuk dengan i-Pad mereka. Dan aku kembali menguping percakapan dua pria gaul di depan; Manajer dan Minsuk hyung—supir kami.

Begitu sampai di gedung SME, kami segera menuju ruangan Lee Soo Man. Manajer memisahkan diri karena ingin ke toilet.

“Silyehamnida!” ujar Onew hyung sopan setelah mengetuk. Ia membuka perlahan pintu kaca itu. Ruangannya kosong. “Annyeong haseyo!” bisik Onew hyung, berusaha memastikan bahwa ruangan benar-benar dalam keadaan kosong.

“Kosong?” gumam Manajer, yang tiba-tiba saja sudah berdiri di belakang kami.

Dan secara tiba-tiba juga, salah satu pintu di ruangan itu terbuka. Ada orang? Itu kan tempat penyimpanan dokumen? Seorang yeoja bercelana pendek, memakai tanktop, dan jaket melangkah keluar. Ia tampak sibuk memasukan sebuah berkas ke tas selempangnya. Ketika ia mengangkat kepalanya dan melihat kami, ia tersentak dan mematung. Kami juga mematung.

Siapa yang tak kenal yeoja manis itu? Artis baru yang diramalkan akan sukses nantinya. Salah satu teman sekolah Taemin yang cukup dekat dengannya.

“Jung Mihyun?! Seru kami berempat.

TBC

3 thoughts on “She Doesn’t Like the Others (Part 6)

  1. Hayo..Mihyun ngejebak mereka yah??ja’at amat sih..iri yah??huh!
    Arrghh..si euna,dah 2x bqn aq cmbru,prtma maen brg taemin,skrg ad di dorm.a SHINee..huwaa..aq jg mauu T.T..
    Oh yah thor,boleh kenalan gg??hehe#SKSD
    btw,Happy New Year Thor ^o^

    • haloooo.. authornya lagi dikejar waktu… udah diomelin kakak nih -.- harus berhenti ol..
      btw.. makasih buar semua komennya😀 tunggu part berikutnya ya!!!😀 ayo. kenalan!!
      mau di sini? atau di page IT’S ME😀 aja? hahahaha
      Irene ibnida!!!!!🙂 96line.. elfishy, taemints.. hohoho.. kamu?? aku udah kunjungin blogmu loh🙂

  2. haloooo.. authornya lagi dikejar waktu… udah diomelin kakak nih -.- harus berhenti ol..
    btw.. makasih buar semua komennya😀 tunggu part berikutnya ya!!!😀 ayo. kenalan!!
    mau di sini? atau di page IT’S ME😀 aja? hahahaha
    Irene ibnida!!!!!🙂 96line.. elfishy, taemints.. hohoho.. kamu?? aku udah kunjungin blogmu loh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s