Beginning

Title: Beginning

Author: newshawol

Main Cast: Yesung, Jung Seorin

Support Cast: Super Junior

Length: Vignette

Genre: Romance

Rating: PG-13

(Seorin’s POV)

   Bukankah berada di altar itu merupakan suatu hal yang amat menyenangkan? Maksudku, di altar, dalam balutan gaun indah, berhadapan dengan namja yang kau cintai, harusnya menjadi saat paling bahagia, bukan? Aku juga merasa begitu. Tapi entahlah, aku merasa, keteganganlah yang mendominasi pernikahanku. Maksudku… Ahhh… aku terlalu gemetar.

   Dan kini, masih dalam balutan gaun putih penuh renda berkilau, aku menghempaskan tubuhku ke kasur. Sesekali kupijat tumitku yang lecet akibat sepatu hak sial itu. Dari awal aku sudah menolak memakai sepatu hak. Aku bukan tipe orang senang menjadi tinggi berkat sepatu. Aku memakai sepatu sial dan gaun merepotkan ini hanya demi orang itu. Demi seorang namja yang kini berdiri kikuk di depanku.

    “Mwo?” tanyaku singkat seraya membetulkan posisi dudukku.

    Ia menggaruk lehernya, masih dengan wajah kikuk. Dengan perlahan ia menggelengkan kepalanya dan meringis konyol. Mata sipitnya seketika tenggelam dibalik pipinya itu. “A-Ani…”

   Aku terkikik melihatnya. Namja yang kini menjadi nampyeonku… Namja yang konyol dan sedikit tidak waras… Namja yang bisa berubah 180 derajat ketika malu… Namja itu adalah Yesung… satu-satunya namja yang benar-benar merasuki hatiku.

   “Geudae… Kau lapar tidak? Aku ingin buat makanan,” ujarku padanya.

   Seketika itu juga wajahnya berubah menjadi wajah bahagia-konyol-bodoh khas-nya. “NE!!!!” jawabnya penuh semangat, layaknya anak kecil. Tapi kemudian ia memandangku dan menarik gaunku, “Babo! Harusnya kau ganti dress ini dulu. Kalau kau masak dengan pakaian begitu, bisa-bisa masakanmu hancur semua karena tercampur renda-renda ini,” dan ia terbahak oleh banyolannya sendiri.

   Aku menyipitkan mataku, “Kau yang babo! Itu tak lucu,” desahku. Manusia yang menjadi nampyeonku ini memang sering aneh. Kadang aku berfikir, bagaiman mungkin aku bisa menyukainya?

   Aku mengganti gaunku secara tergesa-gesa. Yesung sudah mulai ceramah sok tahunya mengenai makanan. Ia duduk di sofa, bahkan sudah menyiapkan serbet dan tisu. “Masak yang banyak!!! Nan neomu neomu baegeopayooo~!” desaknya.

   Aku mencibir mendengarnya. Dia sudah lupa atau apa, sih? Masakan yang bisa kumasak kan hanya makanan cepat saji sejenis mie instan, telur goreng, dan sebangsanya. Dengan sisa kesabaranku, kuambil semua bahan di kulkas yang telah dipersiapkan Eomma sebelumnya. Mm… Bawang… Kecap…

   Yah… makanan tersulit yang bisa kubuat hanya nasi goreng. Aku tidak yakin Yesung akan benar-benar menyukainya. Tapi sungguh, hanya dengan cara ini aku bisa sedikit menyenangkannya. Aku bukan yeoja yang sempurna. Aku bukan yeoja manis yang romantic. Aku sendiri sering bertingkah konyol seperti Yesung.

   Masih dalam kondisi mengiris bawang, kulirik nampyeon gilaku itu. Ia kini sibuk mengutak-atik remote TV dengan serius. Geli sekali melihatnya. Konyol!

   Sungguh, entah perbuatan apa yang telah kuperbuat, harusnya aku berjuta-juta kali berterimakasih pada Tuhan. Kini, aku tak perlu memandang Yesung dari belakang. Tak perlu menunggunya menoleh untuk menatapku. Kini ia bahkan ada di satu ruangan yang sama denganku. Aku tak perlu lagi berletih-letih menunggu tatapannya. Karena ia akan selalu siap menatapku sekarang.

   Dan tepat, karena sekarang ia sedang menoleh dan tersenyum hangat. Senyuman itu untukku, milikku. Astaga… adakah yang lebih indah dari ini?

(Yesung’s POV)

   Melihatnya di sini sungguh membuatku bahagia. Sangat sulit menahan diriku untuk tidak memperhatikan tiap gerak-geriknya. Jung Seorin babo! Dengan semena-mena masuk ke hidupku, membuatku tak bisa berpaling. Aku sendiri heran mengapa bisa gila begini. Rasanya, aku bukanlah aku ketika bersamanya.

   “Ahhh… akhirnya!!!” serunya senang. Dibawanya semangkuk besar makanan… umm… entah apa itu. “Jjajan!!!” ia menyodorkan mangkuk itu dan sebuah sendok.

   Aku menatap benda di mangkuk itu. Nasi goreng? Kenapa warnanya hitam sekali? “Ige… mwoya?” tanyaku ragu-ragu.

   Ia mencibir mendengarnya, “Wae, wae, wae??? Kau mau menghina lagi? Jelas-jelas itu nasi goreng!” tukasnya dengan wajah cemberut.

   Ia membanting dirinya di sofa dan melipat tangan dengan kasar. “Tidak usah dimakan kalau kau tidak suka!” sahutnya sebal.

   Aku balas mencibir, “Terserah aku mau makan atau tidak!” dan dengan cepat kusendokkan nasi hitam itu ke mulutku. Rasanya… ternyata tak begitu buruk. Agak sedikit terlalu manis… tapi lumayan.

   Dari ujung mataku, dapat kulihat Seorin sedang menatapku lekat. Jantungku berdetak lebih cepat sekarang, membuatku tak dapat mengunyah dengan baik. Astaga… mengapa aku salah tingkah begini?

   “Wae?” tanyaku, masih dengan mulut penuh nasi, berusaha mengalihkan perhatiannya.

   “Aaaaa!!!! Yesung-ah!!! Nasinya jatuh ke celanaku!!! Jorok!!! Aaaahhhhaaaaa…” ia merengek kesal. Bahkan dengan wajah begitu ia terlihat lucu.

   “Ne… ne… sini, kubersihkan,” kataku di sela tawaku. Kupunguti beberapa butir nasi kotor itu. Seketika wajahnya kembali tenang. Seorin babo! Bagaimana mungkin mood-nya berubah secepat itu? Haha… konyol!

   Ia kemudian bangkit dan mengambil album lomografi dari atas lemari. Album berwarna merah tua itu adalah album berisi foto-foto dari kamera lomo yang diambil saat pernikahan kami beberapa jam lalu. Eomma dan Abba bergerak cepat dengan mengalbumkan kumpulan gambar amatir itu.

   “Mbuahahahaha!!! Yesung-ah… lihat ini! Matamu hilang!” seru Seorin semangat. Ia nyaris tak bisa berhenti terbahak.

   Aku mencoba melihat foto yang dimaksud. Foto itu diambil setelah resepsi pernikahan. Itu pasti Abba yang memotretnya. Wajahku kelihatan aneh sekali!!! Harusnya jangan diambil dari sudut begitu. Mataku jadi terlihat makin sipit! Aku menatap Seorin kesal, “Waeyo? Mending mataku… coba lihat… Mana hidungmu? Sudah begitu…” aku menunjuk foto lain, “Lihat! Matamu sedang terpejam setengah begini!” dan tawaku pecah.

   Kini giliran Seorin yang memasang tampang kesal. “Hidungku, mataku, semua milikku lebih baik daripada milikmu!” ia menjulurkan lidahnya dan kembali mendengus. “Kau memang bagus dalam memotret, tapi kau sangat jelek ketika dipotret!”

   Kuperhatikan wajah kesalnya bak-baik. Sudah kuduga, melihatnya adalah kegiatan terbaik sepanjang masa. “Ne. Kau benar. Kau memang memiliki segala sesuatu yang terbaik. Karena itulah aku tak bisa berhenti menyukaimu.”

   Ia tertegun mendengarnya. Air mukanya berubah, wajahnya mulai memerah, dan ia tak berani menatap mataku. Ia meringis sedikit, “Ah… geurae…” bisiknya salah tingkah.

   Aku tersenyum melihatnya. Yeoja bawel yang moody ini sering mendadak diam karena malu. Dan di saat seperti itulah aku sadar, betapa aku menyukainya. Aku meletakkan album itu dan mengelus kepala Seorin.

   “Hari ini hari bahagiaku. Harusnya kau juga tersenyum untukku,” ujarku lembut.

   Ia melirikku sedikit dan tersenyum kikuk, “Ne. Aku sudah tersenyum.”

   Sekali lagi kuelus kepalanya pelan. Rambut lurusnya sedikit bergoyang, sebelum akhirnya kuputar badanku mengahadapnya. Secara perlahan, kugerakkan tubuhku mendekatinya. Pandangan kami bertemu dan terkunci. Kulirik bibirnya yang masih terkatup rapat. Sedikit lagi. jarak kami hanya terpaut 5cm sekarang.

   “HYEONG!!!” seruan seseorang membuat tubuhku terpaksa mundur kembali. Seorin terkesiap begitu melihat pendatang tak diundang. Wajahnya seketika memerah malu.

   Aku menatap orang itu kesal. Juga orang-orang yang berada di belakangnya. Namja sial itu! Berani sekali masuk tanpa mengetuk?!?!

   “Cho Kyuhyun!!! Kapan kau berhenti menggangguku, hah???” seruku geram.

   Ia tertawa lebar, “Tidak akan. Hyeong tetap saja milikku. Ini, aku bawa semua Hyeong Super Junior… dan ini ada jus jeruk dan kimbab buatan Euna. Seorin pasti rindu makanan buatan sahabatnya, kan? Ayo!!! Kita pesta!!!!”

   Aku menatap seluruh member Super Junior plus gadis gembul yang kini nyengir lebar tanpa dosa. Euna sial! Kau sudah punya Donghae di sampingmu! Kenapa harus mnggangguku??? Kulihat Seorin hanya bisa tertawa lebar. Ia masih sedikit salah tingkah, namun tampak lebih tenang sekarang.

   “Jangan pelit-pelit, hyeong! Kau punya jatah nanti malam. Sekarang kita rayakan dulu pernikahanmu!” seru Ryeowook sambil menepuk-nepuk pundakku.

   Kutarik rambutku penuh frustasi. Ya, ini memang sebuah awal untukku dan Seorin. Tapi ini juga awal kehancuran karena member Super Junior tak akan segan menggangguku. “ARRGGHHHH!!!” jeritku sebal.

*** END ***

A/N: Wuaaa… selesai!!! Aku mendadak kepikiran ide cerita ini jam 11 malam, dan aku selesaikan dalam waktu 1 jam!😀 Hahaha… karena bingung cast-nya siapa, aku pake Yesung dan Seorin aja. Sekalian, bayar janjiku. Hahaha… Berarti, bisa dibilang, cerita ini aku dedikasikan untuk Serista!!! J Gimana cerita abal ini? Maaf ya, awalnya aku ga mau tentang perkawinan. Tapi sudah terlanjur. Hahaha… buat semua yang udah mapir, jangan lupa tinggalin jejak kalian di sin! J Hohoho… Gomawo~!!!

 

xoxo

-newshawol

12 thoughts on “Beginning

  1. om Yesung!!! tidak!!! (?)
    yaudah kalau om Yesung nikah sama Seorin juga gapapa, sama yeoja lain juga gapapa, yang penting om Yesung tetap di hatiku #plak

    keren! aku degdegan di part sebelum om Kyuhyun menghancurkan segala momen krusial itu! aaaaaa *jatuh ke jurang*

    • Huaaaa…❤ makasih buat komennya :')
      hahahaha.. wuah.. om Yesungnya mesem mesem gak jelas tuh jadinya :p

      Aku juga deg degan pas nulisnya. dan moodku langsung ancur begitu kyuhyun dateng (?) huehehe..

  2. Eonnie~ !!!!!!
    Abang Yesung kenapeh jadi gituuuuuu??? #DUAAAAAK
    huehehehehe… mian niiih… diriku baru bisa nongol😄
    cuma bisa baca vignette lagi…hehehehe..
    kapan2 kita bikin FF duet yuaaa!!! *PLAAAAK

    • hahahaha.. iya.. dia khilaf.. *lho, ga nyambung*
      huehehehe.. gapapa.. aku sering kali juga kalo lagi sibuk atau males, biasanya bacanya vignette atau drabble. sementok-mentoknya ya oneshot.. hahahaha
      well, welcome back!!!😀
      ayo, ayo… kapan2 kita obrolin yuk!!🙂 hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s